Beras Kencur dan Hubungannya dengan Tradisi Pengobatan Herbal Jawa
Beras kencur merupakan salah satu ramuan jamu paling populer dalam tradisi pengobatan herbal Jawa. Dari masa ke masa, minuman ini tidak hanya dikenal sebagai penyegar tubuh, tetapi juga sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Bagi masyarakat Jawa, jamu bukan sekadar obat—ia adalah simbol harmoni antara tubuh, alam, dan budaya. Beras kencur menjadi salah satu wujud paling jelas dari hubungan tersebut.
Beras kencur merupakan salah satu ramuan jamu paling populer dalam tradisi pengobatan herbal Jawa. Dari masa ke masa, minuman ini tidak hanya dikenal sebagai penyegar tubuh, tetapi juga sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Bagi masyarakat Jawa, jamu bukan sekadar obat—ia adalah simbol harmoni antara tubuh, alam, dan budaya. Beras kencur menjadi salah satu wujud paling jelas dari hubungan tersebut.
Dalam filosofi Jawa, kesehatan dipandang sebagai keseimbangan antara raga dan rasa. Ramuan seperti beras kencur diracik bukan hanya berdasarkan manfaat fisik, tetapi juga diperhitungkan efeknya terhadap kenyamanan batin. Kencur, dengan aromanya yang tajam dan hangat, dipercaya mampu mengusir “angin” dalam tubuh, meredakan pegal, serta meningkatkan energi. Beras melambangkan kesucian, kesejahteraan, dan sumber kekuatan. Perpaduan keduanya menciptakan ramuan yang dianggap mampu merawat tubuh secara menyeluruh.
Tradisi pengobatan herbal Jawa juga menekankan pentingnya bahan-bahan alami yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kencur, jahe, kunyit, dan rempah lainnya mudah diperoleh dari kebun rumah maupun pasar tradisional. Beras kencur kemudian menjadi pilihan praktis yang digunakan untuk berbagai keluhan, mulai dari masuk angin, kelelahan, hingga menjaga kebugaran bagi para pekerja keras, penari, hingga pelajar. Bahkan sampai sekarang, beras kencur tetap menjadi jamu favorit di kalangan orang tua dan anak-anak karena rasanya yang manis dan lebih mudah diterima dibanding jamu pahitan.
Hubungan beras kencur dengan tradisi pengobatan Jawa juga tampak dalam keberadaan “mbok jamu gendong”. Para peracik jamu keliling ini bukan hanya menjual minuman kesehatan, tetapi juga menjadi penjaga warisan budaya. Racikan beras kencur yang mereka bawa mencerminkan keterampilan yang diwariskan dari generasi sebelumnya—dengan takaran, cara merebus, dan kombinasi bahan yang sebagian besar tidak tertulis, tetapi dipelajari melalui pengalaman.
Di tengah perkembangan dunia medis modern, beras kencur tetap bertahan bukan semata karena nostalgia, tetapi karena keberhasilannya menyelaraskan tradisi dan manfaat nyata. Minuman ini menjadi simbol bagaimana masyarakat Jawa memahami tubuh dan kesehatan: sederhana, alami, dan penuh makna budaya. Dengan setiap tegukan beras kencur, tersimpan cerita panjang tentang kebijaksanaan leluhur yang terus hidup hingga hari ini.
Untuk anda yang ingin menikmati nikmatnya masakan padang, anda dapat mengunjungi restoran padang rajo minang terdekat. atau anda bisa memesan rice box rajo minang melalui kontak kami : linktr.ee/rajominang.indonesia
What's Your Reaction?

